CHEMISTRY IS WONDERFULL Saya ERA FRIDA SEPTIANI . Dengan blog ini saya akan mengajak teman-teman untuk jatuh cinta pada KIMIA :). Okey check it out !
Jumat, 30 Januari 2015
Yuk belajar kimia
Dibilang susah ya susah sih temen-temen, karena apa ? ya karena
banyak banget rumus-rumus kimia yang harus kita hafalkan seperti rumus
senyawa dll.. Belum lagi untuk teman-teman skavela jurusan kimia pasti
banyak banget kan materi produktif yang sangat bersangkut paut dengan
kimia yang harus semuanya kita telan hehe. Ups ups tunggu tunggu, kalian
tidak dengan hati sih mempelajari kimia, coba deh kalau kalian memahami
dengan hati , huu gak ada yang namanya kimia itu susah, malahan serasa
kimia itu uasyuik. Ini nih yang bisa membantu :
Kimia Dasar
Kimia Dasar
Stoikiometri
Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya
dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan
kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal
dari bahasa Yunani stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).
Stoikiometri didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa,
hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.
hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.
Contoh: 
Tahap Awal Stoikiometri
Di awal kimia, aspek kuantitatif perubahan kimia, yakni stoikiometri reaksi kimia, tidak
mendapat banyak perhatian. Bahkan saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat
percobaan tidak menghasilkan hasil yang benar.
mendapat banyak perhatian. Bahkan saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat
percobaan tidak menghasilkan hasil yang benar.
Salah satu contoh melibatkan teori flogiston. Flogistonis mencoba menjelaskan fenomena
pembakaran dengan istilah “zat dapat terbakar”. Menurut para flogitonis, pembakaran
adalah pelepasan zat dapat etrbakar (dari zat yang terbakar). Zat ini yang kemudian
disebut ”flogiston”. Berdasarkan teori ini, mereka mendefinisikan pembakaran sebaga
i pelepasan flogiston dari zat terbakar. Perubahan massa kayu bila terbakar cocok dengan
baik dengan teori ini. Namun, perubahan massa logam ketika dikalsinasi tidak cocok
dengan teori ini. Walaupun demikian flogistonis menerima bahwa kedua proses
tersebut pada dasarnya identik. Peningkatan massa logam terkalsinasi adalah
merupakan fakta. Flogistonis berusaha menjelaskan anomali ini dengan menyatakan
bahwa flogiston bermassa negatif.
pembakaran dengan istilah “zat dapat terbakar”. Menurut para flogitonis, pembakaran
adalah pelepasan zat dapat etrbakar (dari zat yang terbakar). Zat ini yang kemudian
disebut ”flogiston”. Berdasarkan teori ini, mereka mendefinisikan pembakaran sebaga
i pelepasan flogiston dari zat terbakar. Perubahan massa kayu bila terbakar cocok dengan
baik dengan teori ini. Namun, perubahan massa logam ketika dikalsinasi tidak cocok
dengan teori ini. Walaupun demikian flogistonis menerima bahwa kedua proses
tersebut pada dasarnya identik. Peningkatan massa logam terkalsinasi adalah
merupakan fakta. Flogistonis berusaha menjelaskan anomali ini dengan menyatakan
bahwa flogiston bermassa negatif.
Di akhir abad 18, kimiawan Jerman Jeremias Benjamin Richter (1762-1807) menemukan
konsep ekuivalen (dalam istilah kimia modern ekuivalen kimia) dengan pengamatan teliti
reaksi asam/basa, yakni hubungan kuantitatif antara asam dan basa dalam reaksi netralisasi.
Ekuivalen
Richter, atau yang sekarang disebut ekuivalen kimia, mengindikasikan sejumlah
tertentu materi dalam reaksi. Satu ekuivalen dalam netralisasi berkaitan dengan
hubungan antara sejumlah asam dan sejumlah basa untuk mentralkannya.
Pengetahuan yang tepat tentang ekuivalen sangat penting untuk menghasilkan
sabun dan serbuk mesiu yang baik. Jadi, pengetahuan seperti ini sangat penting secara praktis.
konsep ekuivalen (dalam istilah kimia modern ekuivalen kimia) dengan pengamatan teliti
reaksi asam/basa, yakni hubungan kuantitatif antara asam dan basa dalam reaksi netralisasi.
Ekuivalen
Richter, atau yang sekarang disebut ekuivalen kimia, mengindikasikan sejumlah
tertentu materi dalam reaksi. Satu ekuivalen dalam netralisasi berkaitan dengan
hubungan antara sejumlah asam dan sejumlah basa untuk mentralkannya.
Pengetahuan yang tepat tentang ekuivalen sangat penting untuk menghasilkan
sabun dan serbuk mesiu yang baik. Jadi, pengetahuan seperti ini sangat penting secara praktis.
Pada saat yang sama Lavoisier menetapkan hukum kekekalan massa,
dan memberikan dasar konsep ekuivalen dengan percobaannya yang akurat
dan kreatif. Jadi, stoikiometri yang menangani aspek kuantitatif reaksi kimia
menjadi metodologi dasar kimia. Semua hukum fundamental kimia, dari hukum
kekekalan massa, hukum perbandingan tetap sampai hukum reaksi gas semua
didasarkan stoikiometri. Hukum-hukum fundamental ini merupakan dasar teori
atom, dan secara konsisten dijelaskan dengan teori atom. Namun, menarik untuk
dicatat bahwa, konsep ekuivalen digunakan sebelum teori atom dikenalkan.
dan memberikan dasar konsep ekuivalen dengan percobaannya yang akurat
dan kreatif. Jadi, stoikiometri yang menangani aspek kuantitatif reaksi kimia
menjadi metodologi dasar kimia. Semua hukum fundamental kimia, dari hukum
kekekalan massa, hukum perbandingan tetap sampai hukum reaksi gas semua
didasarkan stoikiometri. Hukum-hukum fundamental ini merupakan dasar teori
atom, dan secara konsisten dijelaskan dengan teori atom. Namun, menarik untuk
dicatat bahwa, konsep ekuivalen digunakan sebelum teori atom dikenalkan.
Massa Atom Relatif
Dalton mengenali bahwa penting untuk menentukan massa setiap atom karena
massanya bervariasi untuk setiap jenis atom. Atom sangat kecil sehingga tidak
mungkin menentukan massa satu atom. Maka ia memfokuskan pada nilai relatif
massa dan membuat tabel massa atom (gambar 1.3) untuk pertamakalinya dalam
sejarah manusia. Dalam tabelnya, massa unsur teringan, hidrogen ditetapkannya satu
sebagai standar (H = 1). Massa atom adalah nilai relatif, artinya suatu rasio tanpa dimensi.
Walaupun beberapa massa atomnya berbeda dengan nilai modern, sebagian besar nilai-nilai
yang diusulkannya dalam rentang kecocokan dengan nilai saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa
ide dan percobaannya benar.
massanya bervariasi untuk setiap jenis atom. Atom sangat kecil sehingga tidak
mungkin menentukan massa satu atom. Maka ia memfokuskan pada nilai relatif
massa dan membuat tabel massa atom (gambar 1.3) untuk pertamakalinya dalam
sejarah manusia. Dalam tabelnya, massa unsur teringan, hidrogen ditetapkannya satu
sebagai standar (H = 1). Massa atom adalah nilai relatif, artinya suatu rasio tanpa dimensi.
Walaupun beberapa massa atomnya berbeda dengan nilai modern, sebagian besar nilai-nilai
yang diusulkannya dalam rentang kecocokan dengan nilai saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa
ide dan percobaannya benar.
Kemudian kimiawan Swedia Jons Jakob Baron Berzelius (1779-1848) menentukan massa
atom dengan oksigen sebagai standar (O = 100). Karena Berzelius mendapatkan nilai ini
berdasarkan analisis oksida, ia mempunyai alasan yang jelas untuk memilih oksigen
sebagai standar. Namun, standar hidrogen jelas lebih unggul dalam hal kesederhanaannya.
Kini, setelah banyak diskusi dan modifikasi, standar karbon digunakan. Dalam metoda ini,
massa karbon 12C dengan 6 proton dan 6 neutron didefinisikan sebagai 12,0000. Massa
atom dari suatu atom adalah massa relatif pada standar ini. Walaupun karbon telah
dinyatakan sebagai standar, sebenarnya cara ini dapat dianggap sebagai standar
hidrogen yang dimodifikasi.
atom dengan oksigen sebagai standar (O = 100). Karena Berzelius mendapatkan nilai ini
berdasarkan analisis oksida, ia mempunyai alasan yang jelas untuk memilih oksigen
sebagai standar. Namun, standar hidrogen jelas lebih unggul dalam hal kesederhanaannya.
Kini, setelah banyak diskusi dan modifikasi, standar karbon digunakan. Dalam metoda ini,
massa karbon 12C dengan 6 proton dan 6 neutron didefinisikan sebagai 12,0000. Massa
atom dari suatu atom adalah massa relatif pada standar ini. Walaupun karbon telah
dinyatakan sebagai standar, sebenarnya cara ini dapat dianggap sebagai standar
hidrogen yang dimodifikasi.
Soal Latihan 1.1 Perubahan massa atom disebabkan perubahan standar.
Hitung massa atom hidrogen dan karbon menurut standar Berzelius (O = 100).
Jawablah dengan menggunakan satu tempat desimal.
Hitung massa atom hidrogen dan karbon menurut standar Berzelius (O = 100).
Jawablah dengan menggunakan satu tempat desimal.
Jawab.
Massa atom hidrogen = 1 x (100/16) = 6,25 (6,3), massa atom karbon = 12 x (100/16)=75,0
Massa atom hampir semua unsur sangat dekat dengan bilangan bulat, yakni kelipatan
bulat massa atom hidrogen. Hal ini merupakan kosekuensi alami fakta bahwa
massa atom hidrogen sama dengan massa proton, yang selanjutnya hampir
sama dengan massa neutron, dan massa elektron sangat kecil hingga dapat
diabaikan. Namun, sebagian besar unsur yang ada secara alami adalah
campuran beberapa isotop, dan massa atom bergantung pada distribusi
isotop. Misalnya, massa atom hidrogen dan oksigen adalah 1,00704 dan
15,9994. Massa atom oksigen sangat dekat dengan nilai 16 agak sedikit lebih kecil.
bulat massa atom hidrogen. Hal ini merupakan kosekuensi alami fakta bahwa
massa atom hidrogen sama dengan massa proton, yang selanjutnya hampir
sama dengan massa neutron, dan massa elektron sangat kecil hingga dapat
diabaikan. Namun, sebagian besar unsur yang ada secara alami adalah
campuran beberapa isotop, dan massa atom bergantung pada distribusi
isotop. Misalnya, massa atom hidrogen dan oksigen adalah 1,00704 dan
15,9994. Massa atom oksigen sangat dekat dengan nilai 16 agak sedikit lebih kecil.
Contoh Soal 1.2 Perhitungan massa atom. Hitung massa atom magnesium
dengan menggunakan distribsui isotop berikut: 24Mg: 78,70%; 25Mg: 10,13%, 26Mg: 11,17%.
dengan menggunakan distribsui isotop berikut: 24Mg: 78,70%; 25Mg: 10,13%, 26Mg: 11,17%.
Jawab:
0,7870 x 24 + 0,1013 x 25 +0,1117 x 26 = 18,89+2,533+2,904 = 24,327(amu; lihat bab 1.3(e))
Massa atom Mg = 18,89 + 2,533 + 2,904 =24.327 (amu).
Perbedaan kecil dari massa atom yang ditemukan di tabel periodik (24.305) hasil dari
perbedaan cara dalam membulatkan angkanya.
perbedaan cara dalam membulatkan angkanya.
hitunglah massa dari gas metana 1,23 liter diukur pada suhu 25c dan tekanan 1 atm
Langganan:
Postingan (Atom)